Jumat, 25 November 2011 0 komentar

Softkill Minggu Ke-3

Jenis-jenis model
1. Model Fisik
Model yang menggambarkan entity dengan tiga dimensi. Biasanya model ini berukuran lebih kecil dari aslinya. Seperti boneka, mobil-mobilan, prototype rancangan, dsb

2. Model Naratif
Model yang menjelaskan entity secara tertulis/ lisan. Model ini digunakan sehari-hari. Co/: Penjelasan tertulis komputer, penjelasan lisan melalui sistem komunikasi. 

3. Model Grafis
Model yang mewakili entitynya dengan abstraksi garis, simbol & bentuk. Seringkali disertai dengan penjelasan naratif.
Co/: laporan-laporan, alat pemecahan / analisis masalah seperti flowchart, DFD.

4. Model Matematis
Model yang disajikan dalam rumus matematika atau persamaan
Co/: BEP = TFC / P – C
BEP : Break Event Point, TFC : Total Fixed Cost, P : Price, C : Cost
Kelebihan : 
- Tidak mengenal geografis (siapa saja yg mengerti simbol matematis tentu dapat mengerti model tersebut)
- Ketepatan hubungan diantara bagian dari suatu obyek dapat dideskripsikan.
Model Sistem Umum
Sistem Fisik
1. Arus Material
2. Arus Personil
3. Arus Mesin
4. Arus Uang

Sistem Konsep
1. Sistem Simpul tertutup.
Sistem yang mempunyai simpul feedback & mekanisme kontrol.
Perusahaan bisnis yang memiliki simpul feedback & mekanisme kontrol. Simpul feedbacknya adalah informasi. Mekanisme kontrolnya adalah manajemen perusahaan. Manajemen menggunakan informasi sebagai dasar untuk membuat perubahan dalam sistem fisik.

2. Sistem simpul terbuka. 
Sistem yang tidak mempunyai simpul feedback & mekanisme kontrol.

Co/: Pemanas ruang listrik yang kecil & tidak mempunyai mekanisme pengaturan sendiri untuk memberikan temperatur ruang yang tetap. Bila pemanas ini dipasang maka akan mengeluarkan panas yg banyak atau sedikit.

Silus produksi:
Aktivitas produksi pada umumnya adalah aktivitas mengubah bahan baku menjadi bahan jadi. Hal ini hanya terjadi pada perusahaan manufaktur(industri). Siklus produksi memiliki rangkaian aktivitas yang di selenggarakan secara bertahap.
Aktivitas-Aktivitas Siklus Produksi

• Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat waktu merupakan input penting dalam keputusan mengenai hal-hal berikut ini :
• Bauran produk
• Penetapan harga produk
• Alokasi dan perencanaan sumber daya (contoh apakah membuat atau membeli) 
• Manajemen Biaya
• Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
• Perancangan Produk
• Perencanaan dan Penjadwalan
• Operasi Produksi
• Akuntansi Biaya

Perancangan Produk (Aktivitas 1)
• Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.
• Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
Perencanaan dan Penjadwalan (aktivitas 2)
• Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. 
• Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
Operasi Produksi (Aktivitas 3)
• Computer-Integrated Manufacturing (CIM) adalah penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi, seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh kompute, untuk mengurangi biaya produksi.
• Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari operasi produksinya :
1. Bahan baku yang digunakan
2. Jam tenaga kerja yang digunakan
3. Operasi mesin yang dilakukan
4. Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi 
Akuntansi Biaya (Aktivitas 4)
• Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya.
• Apakah tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya itu ?
1. Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi
2. Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk.
3. Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.
 Apakah ancaman-ancamannya ?
– Transaksi yang tidak diotorisasi
– Pencurian atau pengrusakan persediaan dan aktiva tetap
– Kesalahan pencatatan dan posting
– Kehilangan data 
– Masalah tidak efisien dan pengendalian kualitas
• Apakah prosedur pengendalian itu ?
– Ramalan penjualan yang akurat dan catatan persediaan
– Otorisasi produksi
– Larangan akses ke program perencanaan produksi dan ke dokumen pesanan produksi yang kosong
– Tinjauan dan persetujuan biaya aktiva moda
Siklus HRD atau manajemen SDM:

• Apakah aktivitas-aktivitas dasar yang dilakukan dalam siklus manajement sdm ?
1. Perbarui File Induk Penggajian 
2. Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak
3. Validasi Data Waktu dan Kehadiran
4. Mempersiapkan Penggajian
5. Membayar Gaji
6. Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan
7. Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain
Perbarui File Induk Penggajian (Aktivitas 1)
• Aktivitas pertama dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian melibatkan pembaruan file induk penggajian untuk mencerminkan berbagai jenis perubahan penggajian seperti: mempekerjakan orang baru, pemberhentian, perubahan tingkat gaji, atau perubahan dalam pengurangan diskresi.
• Merupakan hal yang penting untuk diperhatikan bahwa semua perubahan penggajian dimaksudkan tepat pada waktunya dan secara tepat ditampilkan dalam periode pembayaran berikutnya.
Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak (Aktivitas 2)
• Aktivitas kedua dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian adalah memperbarui informasi mengenai tarif dan pemotongan pajak lainnya.
• Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerima pembaruan mengenai perubahan dalam tarif pajak dan pemotongan gaji lainnya dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi.
Validasi Data Waktu dan Kehadiran (Aktivitas 3)
• Aktivitas ketiga dalam siklus penggajian adalah memvalidasi data waktu dan kehadiran pegawai.
• Informasi ini datang dalam berbagai bentuk, bergantung pada status pembayaran pegawai.
Mempersiapkan Penggajian (Aktivitas 4)

• Aktivitas keempat dalam siklus penggajian adalah mempersiapkan penggajian.
• Data mengenai jam kerja diberikan dari departemen tempat pegawai bekerja..
• Informasi tingkat gaji didapat dari file induk penggajian.
• Orang yang bertanggunjawab membuat cek pembayaran tidak dapat membuat rekord baru ke file ini.
Membayar Gaji (Aktivitas 5)
• Aktivitas kelima adalah pembayaran yang sesungguhnya atas cek gaji ke pegawai.
• Sebagian besar pegawai dibayar dengan menggunakan cek atau dengan penyimpanan langsung gaji bersih ke rekening bank pribadi mereka.
Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan (Aktivitas 6)
• Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi pegawai secara langsung
• Hukum federal dan negara bagian juga mensyaratkan perusahaan untuk memberikan kontribusi dalam persentase tertentu ke setiap gaji kotor pegawai, hhingga ke batas maksimum tahunan, untuk dana asuransi kompensasi pengangguran federal dan negara bagian.
• Perusahaan sering kali memberikan kontribusi atau menanggung keseluruhan pembayaran premi asuransi kesehatan, cacat, dan jiwa untuk para pegawai.
Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain (Aktivitas 7)
• Aktivitas terakhir dalam proses penggajian membayar kewajiban pajak penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai.
• Organisasi harus secara periodik membuat cek atau menggunakan transfer dana secara elektronis
untuk membayar berbagai kewajiban pajak yang terjadi.
Siklus pendapatan:
Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
• Apa sajakah dari empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan ?
1 Entri pesanan penjualan 
2 Pengiriman
3 Penagihan dan Piutang Usaha
4 Penagihan Kas

Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan:
Entri Pesanan Penjualan
Proses entri pesanan penjualan mencakup tiga tahap:
1. Mengambil pesanan dari pelanggan
2. Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
3. Memeriksa ketersediaan persediaan
Pengiriman
Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut, proses ini terdiri dari dua tahap:
1. Mengambil dan mengepak pesanan
2. Mengirim pesanan tersebut
Penagihan dan Piutang Usaha
Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan:
1. Penagihan ke para pelanggan
2. Memelihara data piutang usaha
Penagihan Kas
Langkah keempat (terakhir) dalam siklus pendapatan adalah penagihan kas, melibatkan:
1. Menangani kiriman uang pelanggan
2. Menyimpannya ke bank
Siklus buku besar umum dan pelaporan keuangan, menyediakan informasi untuk serangkaian laporan keuangan mengenai suatu lingkungan akunting.
Semua sistem buku besar umum harus melaksanakan :
1. Mengumpulkan data transaksi
2. Memproses arus masuk transaksi
3. Menyimpan data transaksi
4. Melakukan pengendalian akunting
5. Menyediakan laporan keuangan
6. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data dan perkiraan transaksi

Sumber Data dan Masukan 

Sistem buku umum menerima masukan dari berbagai macam sumber.
Sumber-sumber masukan buku besar umum adalah transaksi-transaksi keuangan yang secara tradisional telah dimasukkan ke dalam buku besar umum, yaitu :
• Tranaksi tidak rutin yang terjadi selama periode akunting.
• Transaksi penyesuaian akhir periode yang : (a) berulang dan (b) tidak berulang.
• Transaksi balikan (Reversing transaction).

Bentuk-Bentuk Masukan 

• Sistem Manual . Dokumen sumber primer bagi system buku besar umum adalah lembar jurnal buku besar umum yang secara umum menggantikan lembar jurnal umum. Lembar jurnal biasanya disiapkan untuk setiap transaksi tidak rutin, penyesuaian, dan balikan. Lembar jurnal sering disapkan untuk meringkaskan hasil setumpuk transaksi rutin yang telah dimasukkan ke jurnal-jurnal khusus secara manual.
• Sistem Berdasarkan Komputer . Bentuknya berbeda dengan bentuk yang digunakan pada sistem manual.

Arus dan Pemrosesan Data

Dalam sistem tradisional, data transaksi mengalir ke dalam jurnal (baik jurnal khusus maupun jurnal umum), kemudian dibukukan ke buku besar pembantu, dan akhir dibukukan ke buku pembantu dan akhirnya dibukukan ke buku besar umum.
Dalam sistem berdasarkan komputer, data transaksi dimasukkan ke dari formulir dan untuk sementara disimpan di pita magnetik atau dipiringan magnetik.

Data Base 

Data base yang menyangkut sistem buku besar umum dan pelaporan keuangan berisikan berbagai arsip induk, arsip transaksi, dan arsip riwayat. Disamping data keuangan mengenai status berjalan dan peristiwa-peristiwa yang lalu, data base juga memuat data yang dianggarkan yang berkaitan dengan operasi dan status masa depan yang direncanakan. Walaupun kandungan dan juga komposisi persisnya akan berbeda untuk setiap perusahaan arsip-arsip berikut cukup mewakili :
1. Arsip Induk Buku Besar Umum
2. Arsip Riwayat Buku Besar Umum
3. Arsip Induk Pusat Tanggungjawab
4. Arsip Induk Anggaran
5. Arsip Format Lapangan Keuangan
6. Arsip Lembar Jurnal Berjalan
7. Arsip Riwayat Lembar Jurnal.

Pengendalian Akunting 

Sistem buku besar umum diharapkan menyediakan laporan-laporan yang andal bagi berbaga macam pengguna. Maka dari itu, sistem ini harus secara independent harus memeriksa sistem-sitem pemrosesan transaksi komponen, secara cermat memantau rangkaian transaksi non-rutin yang diterimanya dan secara akurat mencatat dan membukukan data dari semua transaksi.

SIKLUS PENGELUARAN


Siklus Pengeluaran adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan pembelian dan pembayaran barang dan jasa.
Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total untuk pembelian dan pemeliharaan persediaan, pasokan, dan berbagai jasa yang diperlukan untuk menjalankan organisasi

Pembelian

Fungsi yang terkait dengan proses pembelian :
Gudang/Bagian Lain
Pembelian
Penerimaan
Hutang Dagang
Kasir/Pembayaran

Gudang
Pembelian terjadi karena adanya permintaan barang/bahan dari suatu bagian atau gudang karena persediaan yang ada habis. Bagian manapun dalam suatu organisasi dapat melakukan permintaan pembelian dengan mengeluarkan Surat Permintaan Pembelian (Purchase Requisition/PR). Jika pesanan sudah datang dan sudah diperiksa oleh bag. Penerimaan, bag, Gudang akan menerima laporan penerimaan untuk disetujui, jika sudah disetujui maka laporan penerimaan barang tersebut akan diberikan ke bag. Pembelian. 

Pembelian
Bagian pembelian yang menerima PR kemudian menerbitkan Purchase Order (PO) untuk dikirim ke pemasok terpilih. Selain dikirim ke pemasok, tembusannya dikirim ke bag. Penerimaan dan bag. Hutang Dagang.

Bagian Penerimaan
Bag. Penerimaan bertanggung jawab memeriksa kondisi barang yang diterima dan menyesuaikan antara Bill of Ladding yang terdapat pada barang yang dikirim dengan barang yang dipesan pada PO. Setelah diperiksa dan dibandingkan maka bag. Penerimaan harus membuat Laporan Penerimaan dan diberikan kepada bag. Gudang untuk meminta persetujuannya.

Bagian Hutang Dagang
Bagian Hutang Dagang menerima nota penerimaan, PO, PR, dan Faktur untuk dibandingkan dan kemudian membuat voucher pengeluaran kas yang akan diberikan kepada bagian Kasir. Selain kegiatan diatas dia juga melakukan kegiatan pencatatan kedalam jurnal dan buku besar.

Bagian Kasir
Setelah menerima voucher yang dilampiri oleh 4 dokumen dari bag. Hutang Dagang, Bag. Kasir mengeluarkan cek untuk pembayaran hutang.

Aplikasi Pembelian Dalam Lingkungan PDE
Pengumpulan data
Sama seperti siklus penjualan, semua data yang akan masuk ke dalam sistem harus di ubah menjadi machine readable form. Ada beberapa cara dalam mengumpulkan data, antara lain : semua dokumen PR dikumpulkan dan diberikan kepada seorang pegawai PDE untuk dientry atau tiap bagian mempunyai komputer on-line yang digunakan untuk mengisi PR secara on-line, atau yang lebih canggih, komputer dapat secara langsung membuat PR jika mendeteksi adanya kekurangan persediaan di Gudang.
Untuk bagian penerimaan juga diperlukan perubahan data, caranya adalah menempatkan unit komputer on-line di bag. Penerimaan. Jika barang datang, petugas hanya memasukkan no. PO kemudian mencocokkan dengan barang yang diterima dan membuat beberapa perubahan yang perlu.

Untuk bagian penagihan sama, cara yang paling efektif adalah petugas memasukkan no. PO ke dalam sistem, kemudian sistem akan terhubung ke file PO dan file Penerimaan, sehingga komputer akan dapat menampilkan isi dari suatu faktur. Kemudian petugas membandingkannya dengan faktur yang diterima dan membuat beberapa perubahan faktur yang ditampilkan oleh komputer.
Pemrosesan awal data
Semua data yang ada dimasukkan ke dalam sistem, digabungkan, diurut, dan di edit untuk kemudian di validasi.
Pemrosesan lanjut
Jika semua sudah valid dan beberapa perubahan yang perlu sudah dilaksanakan, maka bag. Pembelian memasukkan kode untuk mensahkan PR dan kemudian mencetak PO. Cara yang sama dilakukan pada bag. Penerimaan. Begitu pula bag. Hutang Dagang, disana faktur di cek setelah itu disahkan dengan memasukkan kode tertentu.
Update data
Dalam pemrosessan batch maupun on-line, tiap-tiap kelompok data transaksi dimasukkan kedalam suatu file transaksi.
Untuk dok. PR, PR yang telah disahkan di update ke file inventory (untuk merubah data pada field “barang sedang dipesan”). 
Untuk Laporan Penerimaan di update ke file pemasok (untuk melihat kinerja pemasok), dan file inventori (untuk menambahkan jumlah persediaan).


Judul buku: sistem informasi akutansi
Nama pengarang: sri dewi anggadini
Halaman: 165-205
Judul buku: sistem informasi akutansi
Nama pengarang dasaratha v rama
Halaman:23-26

Softkill Minggu Ke-2

Proses bisnis
Akutansi pada dasarnya adalah suatu sitem informasi dan sangat penting bagi para akuntan untuk mengetahui bagaimana sistem inforasi beroperasi.Para akuntan harus terbiasa dengan proses bisnissebelum mereka dapat mengevaluasi atau maendesain satu sistem informasi akutansi.pada proses bisnis harus mengetahui 5 pedoman seperti berikut:
Pedoman 1: kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seorang atau suatu departemen dalam sebuah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktifitas.untuk tujuan mengidentifikasi kejadian , proses dimulai ketika seseorang/departemen dalam organisasi menjadi aktif. Untuk selanjutnya orang/departemen yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut di sebut agen internal. Aktivitas yang terjadi sebelum age internal dilibatkan tidak berkaitan langsung dalam memahami  proses suatu perusahaa. Terutama sekali karena ini berkaitan dengan sistem informasi.
Pedoman 2:
Abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikut sertaan agen internal.oleh karena itu tidak satupun aktivitas tersebut di perlakukan sebagai satu kejadian didalam proses pendapatan.

Pedoman 3:
Kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal ke agen internal lainnya. Ketika tanggung jawab untuk aktivitas di suatu proses begeser dari satu agen internal ke lain , suatu perubahan yang signifikan biasanya terjadi.

Pedoman 4:
Kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah di sela/diinterupsidan di lanjutkan oleh agen internal yang sama.setelah interupsi seseorang diluar organisasi atau proses itu mungkin memulai proses tersebut.

Pedoman 5:
Gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu. Relatif mudah untuk mengidentifikasikan agen internal, tetapi menemukan sebuah nama yang pantas untuk suatu kejadian yang dapat terdiri atas beberapa aktivitas, merupakan sesuatu yang lebih sulit. Pilihan sebuah nama untuk kejadian yang ringkas dan mencerminkan tujuan utama dari kejadian

E-Business

Istilah e-bisnis dan e-comrce sering kali membingungkan satu sama lain. Maka istilah satu sama lainnya adalah:
·                         E-bisnis : terdiri atas semua jenis pertukaran elektronikdengan pelanggan dan pemasok maupun operasi dan  komunikasi bisnis internal

·                    E-commerce: bagian yang berorientasi transaksi dari e-bisnis yang memungkinkan proses pembelian dan penjualan melalui web dan teknologi jaringan pemilik



Dasar – dasar E-Bisnis

Pada sistem klien server modern, suatu aplikasi dapat melibatkan banyak peranti lunak yang di jalankan pada sistem komputer yang berbeda-beda. Aplikasi e-bisnis memerlukan interaksi sedikitnya antara dua komputer dan sehingga sedikitnya memerlukan sedikitnya dua peranti lunak. Peranti lunak pada server memproses permintaan dan mengembalikan dokumen yang sesuai ke browser web.

Bahasa umum untuk  pertukaran ini yang digunakan oleh browser dan server adalah ( hypertext markup language(HTML). HTML merupakan bahasa markup yang memyediakan label standar untuk menstrukturkan dokumen.dalam mengakses informasi dari situs web, pemrosesan di pecah pemrosesan di pecah antara peranti lunak server dengan klien.

Sebagai contoh, pertanti lunak klien browser menginterpretasikan HTML dalam dokumen dan menampilkannya dengan cepat dan tepat. HTML digunakan untuk menstandarisasi pertukaran dokument di web. Meskipun proses pembuatan dokument HTML di luar lingkup tetapi html di gunakan untuk mengkomunikasikan informasi lintas web. Salah satu fitur penting dalam html adalah kemampuan untuk menghubungkan dokumen secara bersama-sama.
Perangkat label yang berguna lainnya adalah yang di gunakan untuk mendefinisikan tabel. Ini menunjukan bagaimana cara html bekerja.halaman web dapat di klasifikasikan menjadi statis maupun dinamis.halaman web statis(static web page) merupakan halaman yang di buat di HTML yang tidak berubah secara otomatis sehingga respon terhadap permintaan pengguna atau sebagai akibat dari perubahan informasi yang mendasari.
Biaya penting yang diperhatikan adalah :
1.                  Merekayasa ulang proses bisnis
2.                  Mendesain antar muka pengguna grafis
3.                  Mengintegrasikan operasi back-end seperti pemrosesan pesanan dan persediaan.

e-bisnis dapat digunakan sebagai interaksi dengan pelanggan di sepanjang proses pendapatan.e-bisnis dapat di gunakan untuk meningkatkan pengetahuan pelanggan mengenai produk perusahaan. Untuk perusahaan dengan jumlah produk yang terbatas tidak sering berubah, halaman HTML mungkin cukup sebagai awal.perusahaan juga ingin situsnya mudah di perbaharui karena sumber daya yang terbatas untuk pemeliharaan situs.

Pada awalnya perusahaan memproses pemesanan secara manualsetelah mendownload dari situs web. Perusahaan sedang mengotomatisasiback-end pemrosesan pesanan dengan menggunakan kombinasi staff TI sendiri dan pemasok luar. Sektor bisnis juga memfokuskan pada konsep manajemen rantai nilai.Bentuk E Commerce yaitu:
Ada beberapa bentuk E Commerce seperti

·         BUsiness to business (B2B)
·         B2B adalah tipe e commerce yang mengutamakan kerjasama transaksi antar perusahaan dengan menggunakan media elektronik
·         Collaborative Commerce (C Commerce)
Dalam C Commerce, partner bisnis saling bekerjasama secara elektronik.kerjasama ini biasanya terjadi sepanjang rantai produksi suatu barang atau jasa, misalnya produsen dengan distrbutornya.
·         Bussiness to Consumers (B2C)
Pada B2C, pihak penjual adalah organisasi, sedangkan pihak pembeli biasanya individu

·         Consumers to business (C2B)
C2B dapat mungkin konsumen membuat request akan kebutuhannya terhadap sebuah barang atau jasa kemudian organisasi atau perusahaan bersaing untuk menyediakan barang atau jasa tersebut kepada konsumen.
·         Consumers to Consumers (C2C)
Transaksi antar individu seperti menjual produk atau jasa kepada individu lain
IntraBusiness Commerce
Penggunaan E Commerce dalam lingkup internal perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan kinerja dan operasi
·         Government to Citizens (G2C)
Pelayanan pemerintah terhadap warga negaranya melalui teknologi E Commerce, selain itu.dapat digunakan untuk kerjasama antara pemerintah dengan pemerintah lain atau dengan perusahaan
·         Mobile Commerce
Mobile Commerce memungkinkan penggunaan E Commerce tanpa kabel, seperti mengakses internet melalui handphone
Pembagian e-business antara lain :
  1. Customer Relationship Management (CRM) : system kustomisasi melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi ; sales, pemasaran, data-data, penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.
  2. Enterprise Resource Planning (ERP) : system informasi pendukung e-business yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam internal perusahaan tersebut, yang meliputi ; production and finance, human resource, sales and distribution, order management.
  3. Enterprise Application Programs (EAI) : merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan CRM.
  4. Supply Chain Management (SCM) : manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi. SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.
Manfaat implementasi e-business adalah :
·         meningkatkan kinerja operasional perusahaan
·         meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok dan pendanaan yang luas
·         meningkatkan efisiensi perusahaan
·         mempermudah pengolahan aset perusahaan
·         meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan
·         meningkatkan komunikasi seluruh stakeholder
·         mengatasi kesenjangan digital
·         media mempromosikan kompetensi perusahaan
·         memperlancar transaksi bisnis
·         sarana penyebaran informasi secara luas
Perbedaan e-business dengan e-commerce
e-commerce : mencakup segala kegiatan jual beli dan pertukaran informasi bisnis secara electronik termasuk internet.
e-business : memiliki definisi lebih luas dari e-commerce karena di dalamnya tidak hanya pembelian dan penjualan namun layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis dan mengelola transaksi elektronik dalam organisasi. atau dapat disimpulkan e-business mencakup segala aktivitas dan aspek yang ada di ecommerce, plus bagaimana cara menjalankan bisnis (proses internal dalam organisasi).

Selain berkomunikasi dengan pelanggan dan pelanggan, perusahaan dapat menggunakan teknologi internet untuk operasi internal dan pengambilan keputusan. Intranet melibatkan penggunaan teknologi internet di dalam organisasi. Teknologi internet mecakup alat-alat yang di bahas di muka seperti HTML, javascript dan ASP. Organisasi menggunakan intranet dengan berbagai cara empat jenis umum penggunaan adalah komunikasi internal, pekerjaan kolaboratif , akses ke basis data dan arus kerja. Salah satu penggunaan intranet paling awal adalah membuat informasi perusahaan tersedia secara elektronik tanpa harus mengirim banyak dokumen kertas.

Judul buku: sistem informasi akutansi jilid 1.
Halaman : 26-30
Pengarang: Dasaratha V.rama/fredick L.jones
Judul buku: sistem informasi akutansi jilid 2.
Halaman: 236-245
Pengarang: Dasaratha V.rama/fredick L.jones


Minggu, 23 Oktober 2011 0 komentar

Sistem Informasi Akuntansi

Tugas Sofskill Sistem Informasi Akuntansi #
Materi : Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
   Siklus Penggajian dan Manajemen SDM.
Judul buku : Teori Akuntansi, dan Sistem Informasi Akuntansi.
Nama Pengarang : Hery, S.E., M.Si.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


            Sejarah Sistem Pencatatan Double Entry
            Dalam berbagai literatur akuntansi konvensional banyak ditulis bahwa akuntansi pertama kalinya ditemukan oleh Lucas Pacioli (seorang pendeta italia) dengan bukunya yang berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proprortioni et Proprortionalita. Buku ini diterbitkan pada tahun 1494 di Florence, Italia. Menurutnya, Pencatatan transaksi tidak hanya mencatat pengaruhnya pada satu perkiraan saja tetapi juga dilakykan pencatatan pada perkiraan lain.
            Pada mulanya, akuntansi merupakan catatan-catatan yang disimpan sebagai bagian dari system feudal pada abad pertengahan. Catatan seperti ini juga biasanya dibuat oleh para pedagang yang berniaga ke daerah lain atau Negara lain, sebagai dasar atau pedoman dalam menghitung besarnya keuntungan yang telah dihasilkan dari kegiatan perdagangannya. Sistem pencatatan  yang diterapkan pada zaman dahulu kala adalah system single entry atau double entry.  Menurut Mattesich (1987), system pencatatan dengan menggunaka double entry sudah ada sebelum Lucas Pacioli menemukannya. Sistem pencatatan double entry adalah berdasarkan pada metode yang telah digunakan di Venice. Ia mengakui bahwa hanya menuliskan sebuah metode pencatatan pembukuan yang telah ada sejak ratusan tahun sebelumnya, dan sudah digunakan secara umum oleh para pedagang pada masa itu.
            Littleton (1961) menyebutkan bahwa seluruh karakteristik dari system pencatatan double entry telah dikembangakan lebuh dari seratus tahun sebelum buku Lucas Pacioli muncul. Versi lainnya, Peragallo, menyebutkan orang pertama yang menulis tentang system pencatatan double entry adalah Benedetto Cortrugly, dengan bukunya yang berjudul Della Mercatua e del Mercante Perfetto, yang selesai ditulis pada tahun 1458 (tiga puluh enam sebelum Lucas Pacioli muncul) dan diterbitkan pada tahun 1573.

           
Saldo Normal Akun
Hubungan antara aktiva, kewajiban dan ekuitas dapat dirumuskan ke dalam persamaan akuntansi (accounting equation) sebagai berikut:
Assets = Liabilities + Equity
Rumusan akuntansi diatas sifatnya baku (mutlak), liabilities harus harus ditempatkan terlebuh dahulu sebelum equity, ini mendukung makna bahwa kreditor memiliki hak yang pertama atasa kekayaan perusahaan, setelah itu sisa asset yang masih ada barulah merupakan hak pemilik modal atau pemegang saham.
            Catatan akuntansi yang terperinci atau terpisah inilah yang dinamakan akun(perkiraan). Jadi, akun adalah catatan akuntansi mengenai kenaikan atau penurunan saldo dari masing-masing aktiva, kewajiban dan ekuitas. Daftar yang memuat mengenai keseluruhan kode (nomor) dan nama akun, dinamakan sebagai bagan perkiraan (chart of accounts).
            Contoh chart of accounts (COA)
 1.                     AKTIVA
1.1       Kas
1.2       Piutang Usaha
1.4       Perlengkapan Kantor
1.5       Asuransi Dibayar Muka
1.7       Peralatan Kantor
1.8       Perabot Kantor
2.         KEWAJIBAN
            2.1       Utang
            2.3       Sewa diterima di Muka
3.         EKUITAS PEMILIK
            3.1       Modal
            3.2       Prive
4.         PENDAPATAN
            4.1       Pendapatan Usaha
            4.2       Pendapatan Sewa
            4.3       Pendapatan Bunga
5.         BEBAN
            5.1       Beban Gaji
            5.2       Beban Iklan
            5.3       Beban Sewa Kantor
            5.4       Beban Utilitas
            5.9       Beban Rupa-rupa
            Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunan COA adalah penerapan flexible numbering system (system penomoran yang fleksibel), yang dimana sebuah kode dan nama akun yang baru akan dapat ditambah (disisipkan) tanpa mengubah urutan kode akun lainnya yang telah ada. Bentuk format yang paling sederhana untuk menunjukkan kenaikan atau penurunan saldo masing-masing komponen laporan keuangan adalah dengan menggunakan model T account. Dinamakan T account karena memang bentuk formatnya seperti hurug T.
Nama Akun
Model T account:
                                                            Mutasi Debit                           Mutasi Kredit
                                                                        (Dr)                             (Kr)

            Dalam akuntansi, pencatatan transaksi ke dalam jurnal dilakukan atas dasar double entry system di mana salah satu dari dua akun tersebut akan dicatat disebelah debit dan akun satunya lagi dicatat di sebelah kredit. Dengan kata lain, jumlah antara sisi debit dengan sisi kredit dalam sebuah jurnal haruslah seimbang.
            Aktiva memiliki saldo normal di sebelah debit. Jika terdapat transaksi yang sifatnya menambah aktiva perusahaan, maka transaksi tersebut harus dicatat dengan mendebit aktiva yang bersangkutan. Sebaliknya, jika efek dari suatu transaksi akan mengurangi aktiva, maka aktiva yang berkurang tersebut harus dicatat di sebelah kredit.
            Utang (kewajiban) memiliki saldo normal disebelah kredit. Jadi, jika terdapat transaksi yang sifatnya menambah jumlah kewajiban perusahaan, maka transaksi tersebut harus dicatat dengan mengkredit kewajiban yang bersangkutan. Sebaliknya, jika efek dari suatu transaksi sifatnya mengurangi jumlah kewajiban, maka utang yang berkurang tersebut harus dicatat di sebelah debit.
            Ekuitas memiliki saldo normal di sebelah kredit. Ekuitas akan bertambah di sebelah kredit, dan sebaliknya akan berkurang di sebelah debit. Prive memiliki saldo normal di sebelah kredit, dimana prive sifatnya akan mengurangi ekuitas. Pendapatan memiliki saldo normal di sebelah kredit, sehingga pendapatan sifatnya akan menambah ekuitas. Beban akan bertambah di sebelah debit dan sebaliknya akan berkurang di sebelah kredit.
            Analisis Transaksi dan Jurnal
             Dalam transaksi, proses pencatatan selalu dimulai dengan menganalisis setiap transaksi yang terjadi dalam perisahaan. Analisis ini mengandung pengertian bahwa seorang akuntan harus dapat menentukan pengaruh dari masing-masing transaksi terhadap akun. Transaksi dicatat ke dalam jurnal secara kronologis, yaitu berdasarkan urutan waktu terjadinya transaksi. Jurnal akan memperlihatkan pengaruh setiap transaksi terhadap akun dalam bentuk debit kredit. Jurnal dibadakan menjadi dua, yaitu jurnal umum (general journal) dan jurnal khusus (special journal). Jurnal umum dibuat atas transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal khusus. Contoh transaksi yang akan dicatat dalam jurnal umum adalah transaksi retur pembelian, retur penjualan, serta transaksi pembelian peralatan dan perlengkapan kantor secara kredit.
            Jurnal khusus dibagi menjadi :
§  Jurnal penjualan (sales journal), digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penjualan barang dagangan ke pelanggan secara kredit.
§  Jurnal pembelian (purchases journal), digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pembelian barang dagangan dari supplier secara kredit.
§  Jurnal penerimaan kas (cash receipts journal), digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas.
§  Jurnal pembayaran kas (cash payments journal), digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pengeluran kas.
Buku Besar
Setelah transaksi dianalisis  dan dicatat ke dalam jurnal, langkah selanjutnya adalah mem-posting (memindahbukukan) setiap saldo akun yang terdapat pada jurnal ke dalam buku besar untuk masing-masing akun.Intinya adalah bahwa setiao saldo akun yang masih “tercerai berai” dalam jurnak akan diakumulasikan ke dalam buku besar sesuai masing-masing akun. Sebagai contoh: buku besar kas akan memuat secara terperinci saldo awal, mutasi debit, mutasi kredit, dan saldo akhir. Buku besar (ledger) dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar umum (general ledger) dan buku besar pembantu (subsidiary ledger). Untuk perusahaan yang sudah computerized system, proses posting dari jurnal ke buku besar tidak lagi dilakukan secara manual tetapi akan langsung ter-posting secara otomatis lewat program komputer.
            Neraca Saldo
            Neraca Saldo (trial balance) diperlukan untuk memastikan bahwa tidak adanya kesalahan di dalam mem-posting jumlah debit/kredit dari jurnal ke buku besar. Langkah awal dalam menyiapkan neraca saldo adalah menentukan saldo akhir per periode laporan akuntansi untuk setiap akun (lihat saldo akhir yang dicetak tebal pada buku besar di atas). Neraca saldo tudak menjamin dalam hal kelengkapan dan keakuratan data transaksi. Jika antara jumlah debit dengan jumlah kredit dalam neraca saldo tidak sama, maka berarti terdapat kesalahan posting (karena dalam double-entry system, seharusnya anatara sisi debit dengan jumlah kredit dalam neraca saldo sama, maka hal ini belum tentu (tidak menjamin) bahwa semua transaksi telah dicatat secara benar dalam jurnal.
            Ayat Jurnal Penyesuaian
            Setelah ayat jurnal di-posting ke buku besar, lalu disiapkanlah neraca saldo sebelum penyesuaian (un-adjusted trial balance). Siklus akuntansi belum selesai sampai disini. Masih ada beberapa tahapan proses lagi yang harus dilalui hingga akhirnya diterbitkan dalam seperangkat laporan keuangan yang bermanfaat bagi users. Tahapan proses tersebut di antaranya adalah proses penyesuaian, proses penyajian neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance) dan seterusnya.
            Pada prinsipnya ada empat intem yang memerlukan penyesuaian, yakni:
  1. Beban yang harus dibayar/beban akrual/utang akrual (accrued expenses or axxrued liabilities),
  2. Pendapatan yang masih harus diterima/pendapatan akrual/piutang akrual (accrued revenues or accrued assests),
  3. Beban yang ditangguhkan atau pendapatan diterima dimuka (deferred expenses or prepaid expenses), dan
  4. Pendapatan yang ditangguhkan atau pendapatan diterima di muka (deferred revenues or unearned revenues).




Siklus Penggajian dan Manajemen SDM

Penggajian
            Proses penggajian sangat kompleks. Pada perusahaan besar, proses ini merupakan prosedur yang paling kompleks operasinya. Semua level pemerintah menetapkan pajak; regulasi dan tariff berubah secara konstan, sebagai dampaknya system penggajian  sering memerukan modifikasi secara konstan. Proses penggajian ditentukan oleh hokum dengan sanksi hukuman penjara untuk kelalaian yang di sengaja dalam mengelola pencatatan yang memadai. Pada hukum mana pun, kelalaian tidak dapat diampuni. Adalah tanggung jawab analis system untuk selalu menjaga agar tetap sesuai dengan hukum.
            Departemen penggajian bertanggung jawab untuk perhitungan sesungguhnya dan menyiapkan penggajian. Perhatikan bahwa penyiapan gaji independen dari penyiapan data input yang digunakan sebagai dasar membayar laporan kehadiran dan data personel. Data personel diterima dari kantor personel. Laporan kehadiran diterima dari pentatat waktu. Register penggajian menunjukan perhitungan pembayaran bersih (pembayaran kotor dikurangi dengan potongan-potongan dari pembayaran). Slip gaji di kirimkan ke hutang dagang untuk memulai pentatan suatu voucher penggajian.
Persyaratan Pemrosesan penggajian
            Banyak file yang dikelola dalam system penggajian. Informasi dasar karyawan, seperti nama, alamat, besar gaji, dan potongan-potongan untuk menyiapkan gaji Register atau jurnal penggajian harus dikelola untuk mendokumentasikan gaji sesungguhnya. File-file yang diperlukan untuk laporan pemerintah, tabel pajak yang digunakan dalam pemrosesan, pension, perencanaan tunjangan kesehatan dan perencanaan yang sejenis merupakan contoh informasi yang doperlukan untuk mendukung prosedur penggajian.
            Social Security dan aturan pajak lainnya menetapkan beberapa pajak berdasarkan penggajian. Federal Insurance Contribtion Act (F.I.C.A) menetapkan bahwa karyawan akan memperoleh kontribusi dana yang sama untuk usia tua, keselamatan, cacat, dan tunjangan asuransi rumah sakit untuk setiap individu dan keluarganya.
            Federal Social Security Act dan Federal Unemployment Tax Act menyediakan perencanaan asuransi untuk pengangguran. Perusahaan dengan karyawan yang dilidungi, dipekerjaka dalam setiap 20 minggu selama tahun kalender. Pendapatan dari pemerintah federal di bawah undang-undang digunakan untuk menutup biaya administrasi Negara bagian dan perencanaan pengangguran federal, sama juga untuk menyediakan tambahan tunjangan bagi pengangguran.
             Kompensasi pengangguran tidak sama untuk semua Negara bagian [Amerika Serikat], tetapi semua Negara bagian berpartisipasi dalam program asuransi pengangguran Negara bagian federal. Pembayaran pajak biasanya diperlukan pada atau sebelum tanggal akhir bulan mengikuti setiap kuartal kalender.
            Pajak penghasilan federal untuk upah individu dilumpulkan dalam periode di mana upah dibayarkan. Dengan system “bayar saat pulang” perusahaan perlu menahan bagian dari laba karyawannya. Jumalah yang ditahan tergantung pada jumlah laba dan jumlah pembebasan yang disetujui oleh karyawan.
            Perusahaan melaksanakan bisnis antarnegara bagian yang diperlukan oleh Federal Fair Labor Standard Act (yang juga dikenal dengan Wages abd Hours Law), Untuk membayar kelebihan jam kerja dengan tariff minimum satu atau setengah tarif regular untuk jam kerja yang melebihi 40 jam dalam seminggu.
            Perusahaan harus memerhatikan potongan pajak yang dikenakan pada semua karyawan. Perbedaan tampak antara karyawan dengan kontraktor independen. Akuntan public, arsitek, pengacara dan orang lain yang memberikan jasa ke suatu perusahaan dengan fee, tetapi tidak dikendalikan atau diatur oleh klien, adalah bukan karyawan. Mereka adalah kontraktor indpenden dan jumlah dibayarkan kepada mereka tidak dikenai pajak.
            Pada akhir setiap kuartal, perusahaan perlu menyimpan pengembalian kuartalan dari form 941 atau 9841A dan membayar saldo pajak yang belum didepositkan. Jika pajak telah didepositkan semuanya, tambahan 10 hari masih diperbolehkan. Pengembalian ini digunakan untuk menutup laba yang ditahan dan pajak F.I.C.A untuk semua karyawan.
            Gambar dibawah ini berisi jadwal batas akhir yang berkaitan dengan penggajian yang mengilustrasikan beberapa proses dan informasi yang biasanya harus disediakan pada system penggajian.
 Tanggal                      kejadian
31 Januari                    form 32 (wage and tax statement) diberikan ke karyawan
31 Januari                    form 941 (Employer’s Quartely Federal Tax Return) dibayarkan untuk kuartalan pada awal tahun kalender.
31 Januari                    form 1099-misc. (Us Information return for Recipients of Miscellaneous Income) diberikan ke konsultan dan dibayarkan langsung
28 Februari                  form W-3 (Transmitai of  Wage and Tax Statements) dibayar dengan copy A untuk setiap form W-2; form 1096 (Transmittal) untuk setiap 1099-Misc.
28 Februari                  Salinan form 1096 dibayar dengan state copy dari form 1099-Misc.
15 Maret                      File form 1120 atau 1120-S (Federal Coporate Income Tax Return untuk tahun kalender.
30 April                       Form 941 dibayarkan kuartal pertama
31 April                       Form 941 dibayarkan kuartal kedua
31 Oktober                  Form 941 dibayarkan kuartal ketiga

Manajemen SDM
Struktur Data SDM
            Struktur data memberikan dasar untuk penyimpanan dan menipulasi data. Struktur data sumber daya manusia terdiri dari tiga elemen:
1.      Data master sumber daya manusia
2.      Organisasi data sumber daya manusia
3.      Tujuan  sumber daya manusia
Data Master
Record data master pada modul HR-PA dan HR-PD dibuat dan dikelola untuk unit organisasi, profil pekerjaan, karyawan, dan pelatihan. Pada banyak proses bisnis, data pada record master sering direfrensikan, tetapi jarang diganti. Bagaimanapun, record master sumber daya manusia menjadi sasaran untuk perubahan yang sering terjadi. Sebagai contoh, perubahan master data karyawan mengikuti perubahan hidup dan karir yang terjadi.
 Organisasi Data
            Data diorganisasi dan disajikan bagi para pengguna R/3 dengan infotypes dan event personel. Infotype adalah istilah dalam SAP yang menunjukkan kumpulan field data dikelompokkan bersama-sama untuk ditampilkan. Dalam istilah database, infotype adalah suatu segmen. Infotype yang baru atau yang disesuaikan dengan kebutuhan dapat didefinisikan seperlunya.
            Infotype akan berubah terus dan biasanya penting untuk tetap menggunakan versi lama sebagai cara untuk melacak perubahan pada pengelolaan sumber daya manusia dan pencatatan personel. Validitas data ditentukan untuk setiap infotype agar infotype tetap unik dan untuk mencegah penulisan ulang ketika infotype diperbarui. Field data ditamabahkan ke infotype untuk mengindikasi periode tanggal awal dan akhir sebagai pertimbangan validasi infotype.
            System mempunyai fungsi untuk membuat dan memanipulasi infotype dan juga menampilkanya. Fungsi create akan menambah satu infotype baru yang kosong dengan yang default tanggal validitas dari mulai sampai dengan tanggal akhir suatu periode. 

DAFTAR PUSTAKA
Harry I. Wolf, Michael G. Tearney, dan James L. Dold. Accounting Theory: A Concepting and     Institutional Approach. 5th Edition. South Western, Thomson, USA.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2008. Standar Akuntansi Keuangan. Penerbit: Salemba Empat,            Jakarta.